Seto Mulyadi Desak Kemenag Pastikan Keamanan Ponpes Pasca Tragedi Al KhozinySeto Mulyadi Desak Kemenag Pastikan Keamanan Ponpes Pasca Tragedi

Seto Mulyadi Desak Kemenag Pastikan Keamanan Ponpes Pasca Tragedi Al Khoziny

Surabaya – Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi bersama rombongan mendatangi Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jawa Timur, Jumat (10/10) siang. Kedatangan mereka untuk memantau proses penanganan korban ambruknya bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo.

Rombongan LPAI sempat meninjau posko post mortem yang dikelola tim DVI Polda Jawa Timur, kemudian melanjutkan kunjungan ke posko tempat keluarga korban beristirahat. Di lokasi itu, Seto Mulyadi berdialog langsung dengan sejumlah keluarga korban untuk memberikan dukungan moral dan penguatan.

Dalam kunjungannya Seto Mulyadi menyampaikan rasa prihatin mendalam atas tragedi yang menewaskan lebih dari 60 santri, sebagian besar masih di bawah umur. Ia menegaskan, peristiwa tersebut harus menjadi perhatian serius semua pihak, khususnya Kementerian Agama.

Kami mendesak Menteri Agama agar memastikan seluruh pondok pesantren di Indonesia memiliki izin bangunan dan kelayakan infrastruktur yang memadai. Anak-anak berhak belajar dan tinggal di tempat yang aman,” ujar Seto Mulyadi.

Menurutnya, dalam konteks perlindungan anak, negara wajib menjamin hak-hak anak—termasuk hak untuk hidup, tumbuh kembang, mendapatkan perlindungan, serta berpartisipasi dalam kegiatan yang menyangkut masa depannya."pungkasnya 

LPAI berharap tragedi serupa tidak terulang lagi, mengingat para korban adalah anak-anak yang tengah menimba ilmu di lembaga pendidikan keagamaan. (bank)