Komitmen Lama Indonesia untuk Palestina Jadi Dasar Penolakan Atlet IsraelKomitmen Lama Indonesia untuk Palestina Jadi Dasar Penolakan Atlet Israel

Komitmen Lama Indonesia untuk Palestina Jadi Dasar Penolakan Atlet Israel

Jakarta — Penolakan visa bagi atlet Israel yang hendak mengikuti Kejuaraan Senam Artistik Dunia di Jakarta bukan sekadar kebijakan sesaat. Langkah ini menegaskan kembali posisi konsisten Indonesia dalam mendukung kemerdekaan Palestina dan menolak segala bentuk normalisasi hubungan dengan Israel.

Menko Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra menyebut keputusan pemerintah sejalan dengan prinsip politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif namun tetap berlandaskan nilai kemanusiaan.

“Pemerintah Indonesia tidak akan memberikan visa kepada atlet Israel. Sikap ini selaras dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dan komitmen dasar Indonesia yang menolak menjalin hubungan diplomatik dengan Israel sebelum negara itu mengakui kedaulatan Palestina,” tegas Yusril, Kamis (9/10/2025).

Menurutnya, penegasan sikap tersebut juga menjadi bentuk konsistensi Indonesia terhadap pembukaan UUD 1945 yang menolak penjajahan dalam bentuk apapun.

“Sampai Israel mengakui kemerdekaan Palestina, Indonesia tidak akan membuka hubungan diplomatik maupun melakukan kegiatan bersama dalam konteks internasional,” tambahnya.

Sikap pemerintah ini mendapat dukungan dari berbagai kalangan politik. Ketua DPP PKB Daniel Johan menilai kebijakan tersebut mencerminkan konsistensi moral Indonesia di tengah situasi global yang kian pragmatis.

“Ini bukan hanya soal olahraga, tapi soal prinsip. Pemerintah mendengar aspirasi rakyat dan menegaskan posisi Indonesia sebagai bangsa yang berkomitmen pada keadilan bagi Palestina,” kata Daniel.

Senada, Legislator PAN Saleh Partaonan Daulay menyebut ketegasan pemerintah justru akan memperkuat posisi Indonesia di dunia internasional.

“Indonesia dikenal memiliki prinsip kuat dalam isu kemanusiaan. Sikap menolak delegasi Israel ini akan mendapat apresiasi dari banyak negara yang juga menolak penindasan terhadap Palestina,” ujarnya.

Sementara itu, dari sisi keimigrasian, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto memastikan pembatalan visa dilakukan sesuai prosedur resmi setelah ada permohonan dari Federasi Gimnastik Indonesia (FGI).

“Seluruh visa delegasi Israel telah dibatalkan berdasarkan permohonan resmi FGI. Prosesnya transparan dan sesuai ketentuan,” jelas Agus.

Penegasan sikap Indonesia ini menambah daftar panjang konsistensi diplomasi Indonesia dalam memperjuangkan Palestina di berbagai forum internasional — dari PBB, OKI, hingga ajang olahraga. (bank)