Jakarta – Tenggelamnya kapal wisata KM Putri Sakinah di perairan Pulau Padar, kawasan Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), dipicu oleh kombinasi mati mesin dan anomali cuaca ekstrem.
Peristiwa nahas ini terjadi saat kapal membawa pelatih Valencia bersama keluarga dalam perjalanan wisata.
Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang, menjelaskan bahwa saat kejadian, kondisi cuaca di sekitar perairan Padar memburuk secara tiba-tiba. Gelombang laut mencapai ketinggian sekitar dua meter, membuat kapal kehilangan kendali hingga akhirnya terbalik dan tenggelam.
“Dugaan sementara, kapal tenggelam akibat cuaca buruk yang disertai gelombang tinggi,” ujar Christian saat dikonfirmasi, Minggu (28/12/2025).
Cuaca ekstrem tersebut juga berdampak langsung pada proses evakuasi. Gelombang tinggi, hujan, serta minimnya jarak pandang di malam hari menjadi kendala utama tim SAR gabungan dalam upaya penyelamatan.
“Proses evakuasi tidak mudah karena cuaca sangat tidak bersahabat. Namun, di tengah keterbatasan, tim SAR berhasil menyelamatkan tujuh penumpang,” jelasnya.
Hal senada disampaikan Kepala Kantor Kesyahbandaraan dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo, Stephanus Risdiyanto. Ia menyebut kapal telah mengantongi Surat Persetujuan Berlayar (SPB) yang diterbitkan pada Kamis (25/12/2025), berdasarkan prakiraan cuaca yang saat itu relatif aman.
“Prakiraan gelombang sebelumnya di bawah 0,5 meter. Namun yang terjadi di lapangan justru gelombang tinggi akibat anomali cuaca,” kata Stephanus.
Ia mengaku turun langsung ke lokasi kejadian dan merasakan sendiri kondisi laut yang berbahaya. KSOP pun segera mengeluarkan notice to mariners, termasuk menutup sementara pelayaran menuju Pulau Padar demi keselamatan.
Sementara itu, Kepala Kantor SAR Maumere, Fathur Rahman, mengungkapkan kronologi awal kejadian. KM Putri Sakinah berangkat dari Pulau Komodo menuju Pulau Padar sekitar pukul 20.00 WITA dengan membawa 11 orang di atas kapal (POB).
“Sekitar pukul 20.30 WITA, kapal mengalami mati mesin, kemudian dihantam gelombang dan tenggelam,” ujar Fathur.
Dari total penumpang, tujuh orang berhasil selamat, terdiri dari dua warga negara asing (WNA) asal Spanyol, empat kru kapal, dan satu pemandu wisata. Seluruh korban selamat telah dievakuasi ke Labuan Bajo.
Sementara itu, empat penumpang lainnya masih dalam pencarian, termasuk Fernando Martin Carreras, pelatih Tim B Putri Valencia, bersama tiga orang anaknya. Operasi pencarian terus dilakukan oleh tim SAR gabungan dengan mempertimbangkan kondisi cuaca di perairan Labuan Bajo. (bank)
Ilustrasi KM Putri Sakinah Tenggelam di Labuan Bajo, Mesin Mati Saat Cuaca Ekstrem Melanda 













Komentar
Tuliskan Komentar Anda!