Lumajang – Banjir lahar hujan dari Gunung Semeru kembali melanda wilayah Kabupaten Lumajang pada Jumat (5/12/2025) sore. Aliran lahar yang turun dari puncak Semeru menyebabkan letusan sekunder dan merusak sejumlah bangunan di sekitar bantaran sungai.
Dalam rekaman video warga, terlihat asap tebal dari letusan sekunder di aliran Sungai Kali Lanang, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo. Letusan ini terjadi karena material panas sisa erupsi tersiram aliran lahar yang meluap akibat hujan deras. BPBD Lumajang menyebut aktivitas ini terekam seismogram dengan amplitudo 35 milimeter, menandakan intensitas lahar cukup kuat.
Aliran lahar kemudian bergerak menuju permukiman di kawasan Sungai Regoyo Blok Kajang Kosong, Dusun Bondeli Selatan, Desa Sumberwuluh, serta Dusun Sumberlangsep, Desa Njogosari, Kecamatan Candipuro. Sejumlah rumah warga dilaporkan rusak akibat terjangan material lahar.
Warga dari dua kampung memilih mengungsi ke daerah perbukitan karena posisi tersebut lebih aman dari jalur aliran lahar. Hingga saat ini, sebanyak 136 keluarga di Dusun Sumberlangsep masih terisolasi karena akses menuju permukiman terputus.
Kepala BPBD Lumajang, Is Nugroho, mengatakan pihaknya telah menurunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk memantau kondisi warga, melakukan pendataan, serta membantu evakuasi. Ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.
“Tim sudah bergerak memastikan kondisi warga, mendata kerusakan, dan memantau titik-titik yang masih berisiko,” ujarnya.
Banjir lahar ini dipicu hujan berintensitas tinggi di kawasan puncak Semeru, yang membawa material vulkanik ke aliran sungai. BPBD mengimbau warga yang tinggal di sepanjang bantaran sungai agar tetap waspada, terutama saat hujan turun.(alr)
Ilustrasi Pemukiman Paska Semeru Kembali Erupsi 













Komentar
Tuliskan Komentar Anda!