Jakarta – Proses identifikasi korban banjir bandang di Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, masih mengalami kendala. Sejak Kamis (4/12/2025), Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri belum bisa mengidentifikasi 26 jenazah yang ditemukan setelah bencana.
Kapolda Sumatera Barat, Irjen Pol Gatot Tri Suryanta, menjelaskan bahwa masyarakat yang kehilangan anggota keluarga dapat segera menghubungi layanan 100 atau datang langsung ke Posko Kesehatan Palembayan dan Rumah Sakit Bhayangkara.
“Silakan hubungi layanan 100 atau datang ke posko yang sudah disiapkan,” kata Gatot di Lubuk Basung.
Sebelum para korban dimakamkan, seluruh jenazah akan melalui proses uji DNA. Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan identitas korban, terutama bagi keluarga yang masih mencari anggota keluarga yang hilang.
Gatot menjelaskan bahwa sempat terjadi kekurangan ruang penyimpanan jenazah di RS Bhayangkara. Namun, kebutuhan tersebut kini terbantu setelah adanya dukungan kontainer pendingin dari BNPB dan Polda Riau.
“Sekarang jenazah bisa disimpan dengan aman sambil menunggu hasil tes DNA,” ujarnya.
Operasi pencarian korban banjir bandang Agam terus dilakukan. Selain tim gabungan dari Polri, TNI, dan Basarnas, pencarian juga dibantu empat unit ekskavator karena beberapa titik lokasi sulit dijangkau secara manual.
Tidak hanya itu, Polri juga menurunkan 10 anjing K9 dengan kemampuan penciuman hingga radius 50 meter untuk mempercepat pencarian.
“Jika K9 menemukan indikasi, tim SAR akan langsung melakukan pembongkaran area tersebut,” jelas Gatot.
Proses pencarian masih akan dievaluasi secara berkala hingga seluruh korban berhasil ditemukan dan diidentifikasi.(ref)
Ilustrasi Tim DVI Masih Melanjutkan Identifikasi Korban 













Komentar
Tuliskan Komentar Anda!