Jakarta – Warga di Kabupaten Aceh Tengah masih menghadapi kondisi memprihatinkan setelah banjir dan longsor melanda wilayah tersebut. Hingga Selasa (2/12/2025), masyarakat mengaku kesulitan mendapatkan kebutuhan dasar karena listrik mati, jaringan internet terputus, dan akses jalan rusak.
Yayan, warga Takengon, mengatakan warga semakin cemas karena bantuan logistik yang masuk sangat minim. Bahkan, warga yang rumahnya tidak terdampak langsung pun mulai kesulitan mendapatkan bahan makanan.
“Kondisi kami di sini jaringan internet tidak ada, listrik mati, BBM juga tidak ada. Jalan putus sehingga mobil yang membawa sembako tidak bisa masuk,” ujar Yayan saat dihubungi, Selasa.
Ia menjelaskan, para pengungsi sangat membutuhkan sembako seperti beras, minyak, obat-obatan, serta kebutuhan khusus untuk anak-anak dan lansia. Namun, hingga kini distribusi bantuan belum merata.
Di pasaran, harga sembako juga mulai melonjak karena stok semakin menipis. “Beras kalau pun ada, harganya naik. Di SPBU, BBM juga dibatasi. Motor hanya bisa isi Rp20.000, mobil Rp100.000,” kata Yayan.
Selain kesulitan logistik, Yayan menyebut kerusakan yang terjadi sangat parah. Sekitar 70 persen rumah di wilayah Takengon dilaporkan rusak, terutama di daerah sekitar Danau Lut Tawar yang paling banyak terdampak.
Warga berharap bantuan segera diperbanyak dan akses jalan bisa dipulihkan agar kebutuhan pokok dapat masuk ke wilayah mereka.(ref)
Ilustrasi Warga Mengeluh Listrik Mati, Sembako Langka dan Mahal Akibat Banjir dan Longsor 













Komentar
Tuliskan Komentar Anda!