Bayi Selamat dalam Kecelakaan Maut Sedan Vs Kereta Api di Pasuruan, Masih Jalani Perawatan di RSIlustrasi Bayi Selamat dalam Kecelakaan Maut Sedan Vs Kereta Api di Pasuruan

Bayi Selamat dalam Kecelakaan Maut Sedan Vs Kereta Api di Pasuruan, Masih Jalani Perawatan di RS

Pasuruan – Kecelakaan tragis antara mobil sedan dan Kereta Api (KA) Mutiara Timur di Beji, Pasuruan, menyisakan kisah pilu. Dalam kejadian yang menewaskan empat anggota keluarga sekaligus, hanya seorang balita yang berhasil selamat.

Bayi bernama Rizka Putri Maharani, berusia satu tahun, menjadi satu-satunya penumpang yang hidup dalam insiden maut tersebut. Ia hanya mengalami luka ringan setelah mobil yang dikendarai ayahnya, M Muhaimin, ringsek dan terlempar akibat tertabrak kereta pada Minggu (30/11/2025).

Kapolsek Beji, Kompol Sukiyanto, mengatakan bahwa saat ini bayi tersebut sudah berada dalam pengawasan keluarga besar karena telah mengenal beberapa kerabat dari pihak ayah maupun ibu.

"Setelah kejadian, saudara pihak korban langsung mengawalnya. Kondisi korban luka ringan," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Gunung Gangsir, Gufron, menyebut Rizka kini menjalani pemeriksaan khusus di RS Watukosek Gempol untuk memastikan kondisinya usai benturan.

"Sampai malam ini belum pulang, masih di Watukosek," jelasnya.

Kecelakaan terjadi saat mobil sedan bernomor polisi L 1519 ABJ yang dikemudikan Muhaimin melintas di pelintasan kereta api tanpa palang pintu di KM 41+4/5, Jalan Selokambang, Kelurahan Gunung Gangsir, Beji – Pasuruan. Mobil melaju dari arah utara ke selatan ketika KA Mutiara Timur datang dari arah Surabaya menuju Banyuwangi.

Mobil tidak sempat menghindar hingga tabrakan terjadi. Kendaraan terlempar dan terseret beberapa meter ke arah timur sebelum terguling. Akibatnya, empat orang meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara si bayi selamat.

Korban Meninggal Dunia

Empat korban yang meninggal adalah:

  1.  M Muhaimin (33) – pengemudi mobil
  2.  Suci Nurjannah (33)
  3.  Yisran Alim Mukhsin (9)
  4.  Putri Indah Ramadhani (6)

Diketaui peristiwa ini meninggalkan duka mendalam, namun juga harapan karena sang bayi masih memiliki kesempatan untuk tumbuh dan menjalani hidupnya ke depan.(alr)