Banjir dan Longsor di Aceh  30 Orang Meninggal, Status Tanggap Darurat DitetapkanIlustrasi Banjir dan Longsor di Aceh 30 Orang Meninggal

Banjir dan Longsor di Aceh 30 Orang Meninggal, Status Tanggap Darurat Ditetapkan

BANDA ACEH – Sejumlah wilayah di Provinsi Aceh dilanda banjir dan longsor dalam beberapa hari terakhir. Bencana ini tidak hanya merusak rumah serta berbagai fasilitas umum, tetapi juga menimbulkan korban jiwa.

Berdasarkan data sementara BPBD Aceh, tercatat 30 orang meninggal dunia akibat bencana ini. Korban paling banyak berada di Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah.

Di Aceh Tengah, 15 warga meninggal akibat longsor dan beberapa lainnya masih dalam pencarian. Sementara itu, di Bener Meriah, 11 orang dilaporkan meninggal dan 13 warga belum ditemukan.

Di wilayah lain, yaitu Aceh Utara, bencana banjir menelan korban 2 orang serta 3 warga hilang terbawa arus. Adapun di Aceh Tenggara, laporan sementara mencatat 2 orang meninggal dunia.

Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), menetapkan status tanggap darurat bencana hidrometeorologi selama 14 hari, mulai 28 November hingga 11 Desember 2025. Ia menyampaikan keputusan ini di Kantor DPR Aceh, Kamis (27/11/2025).

Ia menegaskan bahwa pemerintah sedang menyalurkan bantuan melalui dinas terkait dan terus berupaya memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak.

“Saya sudah minta agar bantuan menggunakan helikopter bisa dikirim ke daerah yang sulit dijangkau,” ujar Mualem.

Bencana banjir dan longsor masih menjadi ancaman di sejumlah daerah di Aceh. Pemerintah meminta masyarakat tetap waspada, sementara proses pencarian korban hilang dan distribusi bantuan terus dilakukan.(alr)