Ternak Impor Australia Masuk Jatim, Ratusan Ekor Jalani Karantina Ketat di SurabayaHewan yang didatangkan dari Australia dalam keadaan sehat semua. Seluruhnya sudah melalui pemeriksaan ketat dan wajib menjalani proses karantina sesuai regulasi

Ternak Impor Australia Masuk Jatim, Ratusan Ekor Jalani Karantina Ketat di Surabaya

Surabaya,- Kedatangan ratusan ternak impor melalui Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo,31/03/2026, kemarin menjadi bagian dari upaya penguatan sektor peternakan nasional. Hewan-hewan tersebut telah melalui serangkaian pemeriksaan kesehatan sebelum dan sesudah tiba di Indonesia.

Pihak otoritas kesehatan hewan memastikan seluruh ternak yang didatangkan oleh PT Tombak Mas Nusantara dalam kondisi prima dan memenuhi standar kesehatan internasional.

Dosen Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Brawijaya, Analis Wisnu Wardhana, menegaskan bahwa prosedur ketat dilakukan untuk menjamin keamanan hayati nasional.

“Hewan yang didatangkan dari Australia dalam keadaan sehat semua. Seluruhnya sudah melalui pemeriksaan ketat dan wajib menjalani proses karantina sesuai regulasi,” ujarnya.

Sebagai langkah pencegahan, seluruh ternak tidak langsung didistribusikan ke peternak. Mereka diwajibkan menjalani masa karantina selama 14 hari di instalasi resmi di Tandes, Surabaya.

Selama masa tersebut, kondisi hewan dipantau secara intensif untuk memastikan tidak ada gejala penyakit serta mampu beradaptasi dengan lingkungan baru.

Direktur PT Tombak Mas Nusantara, Aji Bagus Setiyawan, menyebut pihaknya langsung mengirim ternak ke lokasi karantina sesuai prosedur yang berlaku.

“Kami memastikan seluruh proses berjalan sesuai ketentuan, mulai dari kedatangan hingga karantina sebelum distribusi,” jelasnya.

Adapun ternak yang didatangkan terdiri dari 145 ekor domba ras unggulan seperti Texel, Suffolk, dan Dorper. Selain itu, terdapat 35 ekor unta jenis Camelus dromedarius yang diproyeksikan untuk pengembangan sektor ekowisata.

Tak hanya itu, impor juga mencakup sapi perah bibit unggul guna memperkuat ketahanan pangan nasional, khususnya dalam peningkatan produksi susu dalam negeri.(bank)