Keraton Yogyakarta Hentikan Tabuhan Gamelan Selama Empat Hari untuk Hormati Wafatnya PB XIIIIlustrasi Keraton Yogyakarta Hentikan Tabuhan Gamelan

Keraton Yogyakarta Hentikan Tabuhan Gamelan Selama Empat Hari untuk Hormati Wafatnya PB XIII

Yogyakarta — Keraton Yogyakarta memutuskan untuk tidak membunyikan gamelan selama empat hari, mulai Minggu (2/11/2025) hingga Rabu (5/11/2025), sebagai tanda duka atas wafatnya Sunan Pakubuwono XIII, Raja Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.

Pengumuman itu disampaikan melalui akun resmi Instagram Keraton Yogyakarta. Selain menghentikan tabuhan gamelan, pertunjukan Paket Wisata Srimanganti juga sementara ditiadakan.

Gubernur DIY sekaligus Raja Keraton Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, menjelaskan bahwa keputusan ini merupakan bagian dari tradisi lama antara Keraton Yogyakarta dan Keraton Surakarta.

“Sebagai bentuk duka cita, sudah menjadi kebiasaan sejak dulu. Kalau ada yang wafat di antara keraton Jogja dan Solo, kita menunda segala bentuk keramaian selama tiga hari,” kata Sultan di Kantor Gubernur DIY, Senin (3/11/2025).

Sultan juga menyampaikan rencananya untuk melayat ke Keraton Surakarta pada Selasa (4/11/2025). “Saya sedang mengatur waktu untuk besok siang melayat, bukan Rabu, tapi besok siang saja,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Sultan menyampaikan belasungkawa mendalam atas berpulangnya PB XIII. “Saya, keluarga besar Pemda DIY, Keraton Jogja, dan Pakualaman menyampaikan rasa duka cita kepada keluarga besar Kasunanan Surakarta atas wafatnya Sunan Pakubuwono XIII,” ucapnya.

Diketahui, PB XIII meninggal dunia di RS Indriati Solo Baru, Sukoharjo, pada Minggu (2/11/2025) pagi karena komplikasi penyakit. Jenazahnya disemayamkan di Masjid Pujosono sebelum dimakamkan di Imogiri, Yogyakarta, pada Rabu (5/11/2025).

Adik almarhum, GKR Wandansari Koes Moertiyah atau Gusti Moeng, mengatakan seluruh prosesi pemakaman disiapkan dengan cermat sesuai tata cara adat Keraton Surakarta. “Urutannya, siapa yang terlibat, barang-barang yang mengiringi, hingga siapa yang mengawal semua sudah diatur sesuai adat,” ujarnya.

Koordinasi juga dilakukan antara para pengageng, wakil pengageng, dan Sentono Dalem agar seluruh prosesi berlangsung khidmat dan sesuai adat keraton. (Qal)