Sidoarjo – Di balik duka mendalam tragedi robohnya bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Sidoarjo, terselip kisah pilu tentang seorang santri muda bernama Aziz Pratama Yudistira (16). Santri asal Cikarang Utara, Bekasi, Jawa Barat, ini ditemukan meninggal dunia dalam posisi sujud saat melaksanakan salat Asar. Kepergiannya menjadi simbol ketulusan dan ketaatan seorang anak yang dikenal rajin beribadah.
Muzaini, paman almarhum, mengenang keponakannya sebagai sosok yang polos, penurut, dan rajin beribadah. Ia mengaku sempat merasakan firasat aneh sebelum kabar duka datang, meski tak menyangka akan kehilangan keponakan yang sangat disayanginya.
Aziz itu anaknya baik, tidak banyak bicara, rajin salat. Beberapa hari sebelum kejadian, saya seperti merasa ada yang berbeda, tapi tidak tahu apa,” tutur Muzaini dengan mata berkaca-kaca.
Aziz merupakan anak pertama dari dua bersaudara. Ia meninggalkan seorang ibu, Sukarti, yang sehari-hari mengurus rumah tangga, dan ayah yang bekerja di pabrik di kawasan Cikarang. Kepergiannya dalam posisi sujud menjadi pengingat akan ketaatan dan keikhlasan yang melekat dalam dirinya hingga akhir hayat.(bank)
Aziz Pratama Yudistira, Santri Asal Cikarang yang Ditemukan Wafat Saat Sujud 













Komentar
Tuliskan Komentar Anda!