Pencarian dihentikan, Keluarga Korban Pindah ke Posko RS Bhayangkara Surabaya Keluarga Korban Pindah ke Posko RS Bhayangkara Berharap Anaknya Bisa Diidentifikasi

Pencarian dihentikan, Keluarga Korban Pindah ke Posko RS Bhayangkara Surabaya

Surabaya -Ratusan keluarga dari puluhan santri korban ambruknya musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny Sidoarjo, Selasa (7/10/2025) siang memilih nertahan di tenda istirahat yang disediakan BPBD Jatim. 

Di dalam tenda yang lokasinya tak jauh dengan crisis center Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polda Jatim itu, para keluarga tampak akrab berbincang, meski mereka tak saling kenal. Ternyata, rasa senasib sepenanggungan yang membuat mereka akrab hingga saling menguatkan. 

Salah satu keluarga yang bertahan di tenda istirahat adalah Sholehudin, ayah kandung Ahmad Suwaifi, santri yang menjadi korban ambruknya Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo. Sholehudin awalnya berhari-hari menduduki posko wali santri di lokasi kejadian. Namun sejak pencarian dihentikan, ia memilih menduduki tenda istirahat, menunggu hingga anaknya berhasil diidentifikasi Tim DVI Polda Jatim. 

"Saya mulai pindah pagi ini, karena disana sudah tutup poskonya (karena pencarian dihentikan)," ujarnya, Selasa (7/10/2025). 

Kini, Sholehudin dan keluarga lainnya tidak seberapa harap-harap cemas, karena anaknya diyakini sudah ditemukan, hanya menunggu proses identifikasi dari tim DVI Polda Jatim. 

Ia mengaku sudah menyetorkan data ante mortem kepada tim DVI Polda Jatim, berupa foto terbaru dan ijazah anak keduanya itu. "(DNA) juga sudah saya berikan, berupa air liur saya sudah saya kasih," kata Sholehudin. 

Dari data yang didapat, 62 kantomg jenazah sudah diterima RS Bhayangkara Polda Jatim yang sudah teridentifikasi 12 jenazah, yang sedang dilajukan idenfikasi 50 jenazah, 7 diantaranya body part. (bank)