Teman SMA Tipu Anak Menteri Lewat Investasi Tas Mewah Rp800 JutaPersidangan Kasus Anak SMA Tipu Anak Menteri Lewat Investasi Tas Mewah Rp800 Juta

Teman SMA Tipu Anak Menteri Lewat Investasi Tas Mewah Rp800 Juta

Surabaya – Kepercayaan lama antara dua teman sekolah berujung penipuan. Muhammad Darmawanto, warga Surabaya, kini harus duduk di kursi terdakwa di Pengadilan Negeri Surabaya karena diduga menipu teman SMA-nya sendiri, Prima Andre Rinaldo Azhar, yang merupakan anak Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto.

Kasus ini bermula dari tawaran bisnis yang terdengar menggiurkan. Pada November 2023, Darmawanto menawarkan kerja sama investasi jual beli tas bermerek Hermes kepada Andre. Ia mengaku membutuhkan tambahan modal untuk memesan tas impor dari luar negeri dan menjanjikan keuntungan 10 persen dari nilai investasi.

Untuk meyakinkan korban, Darmawanto bahkan menunjukkan foto dan spesifikasi dua jenis tas mewah asal Paris, yaitu Hermes tipe K-20 gris aspalth ostrich dan Hermes tipe Bnib B25 togo plus croco. Ia juga menyebutkan bahwa kedua tas tersebut sudah memiliki calon pembeli.

Tergiur dengan prospek keuntungan cepat, Andre kemudian mengirimkan dana secara bertahap — total Rp800 juta dalam tiga kali transfer selama awal Desember 2023. Uang itu dijanjikan akan kembali bersama keuntungan pada awal Januari 2024. Namun, janji tinggal janji. Hingga kini, uang maupun hasil keuntungan tidak pernah dikembalikan.

Jaksa Penuntut Umum I Gede Krisna Wahyu Wijaya menilai perbuatan Darmawanto memenuhi unsur penipuan dan penggelapan, sebagaimana diatur dalam Pasal 378 dan 372 KUHP.

Sementara kuasa hukum terdakwa, Amin Zali, berkilah bahwa kliennya tidak berniat menipu. Menurutnya, bisnis tas mewah itu benar-benar hendak dijalankan, hanya saja harga barang jauh lebih mahal dari perkiraan semula. “Belum sempat dibelikan karena harga tasnya ternyata sangat tinggi,” ujarnya.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa investasi, apalagi lewat teman dekat, tetap harus disertai kehati-hatian dan bukti yang jelas. Kepercayaan tanpa verifikasi bisa berubah jadi kerugian besar. (bank)